Ketika Sang Idola Mulai Menyebalkan

Setiap orang di dunia ini sejatinya memilik satu atau lebih idola. Idola yang menginspirasinya dalam berkarya sesuai dengan bidangnya masing-masing. Tak jarang mereka yang sangat fanatik mengidolakan seseorang menjiplat sebagian ataupun menyeluruh apa yang dilakukan sang idola. Tidak bisa disalahkan memang ketika seseorang berhasil berada di posisi atas maka meeka yang masih berada di bawahnya akan terus memperhatikan dan di sinilah rasa simpati bahkan empati itu muncul yang kemudian berbuntut pada prilaku imitasi.

Tapi bagaimana ketika mereka sang idola berubah menjadi seseorang yang sangat menyebalkan? Setelah lama mengidolakan seseorang tentunya kita akan semakin tahu seluk-beluk sikap yang dimiliki sang idola. Di sini kita baru sadar ternyata mereka tak sesempurna yang kita bayangkan. Banyaknya hal-hal buruk yang dimiliki tak jarang merusak kepercayaannya terhadap sang idola. Rasa kecewa pastinya akan timbul.

Rasa kecewa memang wajar-wajar saja kita tunjukkan. Akan tetapi tidak ada satupun pasal yang membenarkan hal ini menjadi penghambat kita dalam berkarya. Ketika mereka (sang idola) telah mulai merasa besar kepala seharusnya ini menjadi titik tolak kita untuk berhenti berjalan di belakangnya. Ini adalah waktunya kita untuk menunjukkan bahwa kita bisa lebih baik lagi bahkan darinya. Karena idola adalah motivator lepas dan tidak terikat. Dan saat mereka melakukan sesuatu yang mungkin kita anggap negatif tak semestinya kita secara mutlak harus mengikutinya.

Berhenti kecewa saat ini juga dan jangan sedikitpun menganggapnya sebagai batu sandungan. Sebuah karya dan cita rasa akan muncul dengan sendirinya mengiringi usaha kita. Hanya perlu ketekunan dan usaha kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan.

Artikel Kami Lainnya:

One Response to “Ketika Sang Idola Mulai Menyebalkan”

  1. tips diet says:

    klo mulai menyebalkan, sepertinya status idola akan berubah menjadi kebalikannya.

Leave a Reply